MANUSIA MENURUT ISLAM DALAM PEMAHAMAN KEJAWEN Oleh : Wikan Yustafa A. KEJAWEN DALAM SEJARAH JAWA JAWA dan kejawen seolah tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Kejawen bisa jadi merupakan suatu sampul atau kulit luar dari beberapa ajaran yang berkembang di Tanah Jawa, semasa zaman Hinduisme dan Budhisme. Dalam perkembangannya, penyebaran Islam di Jawa juga dibungkus oleh ajaran-ajaran terdahulu, bahkan terkadang melibatkan aspek kejawen sebagai jalur penyeranta yang baik bagi penyebarannya. Walisongo memiliki andil besar dalam penyebaran Islam di Tanah Jawa. Unsur-unsur dalam Islam berusaha ditanamkan dalam budaya-budaya jawa semacam pertunjukan wayang kulit, dendangan lagu-lagu jawa , ular-ular ( putuah yang berupa filsafat), cerita-cerita kuno, hingga upacara-upacara tradisi yang dikembangkan, khususnya di Kerjaan Mataram (Yogya/Solo). Dalam pertunjukan wayang kulit yang paling dikenal adalah cerita tentang Serat Kalimasada (lembaran yang berisi mantera/ses...
BAB II PEMBAHASAN A. Sejarah Pondok Pesantren Al-Mubarok Hasil wawancara pada tanggal 30 Mei 2007, dari pendirinya yaitu Bapak Ustadz Khoirudin Thohir, bahwasannya pada awalnya beliau tidak ada niatan untuk mendirikan sebuah pondok pesantren. Tetapi semua berawal dari pembuatan mushola pada tahun 2001. Setelah pembangunan selesai ada dua orang anak yang datang kepada beliau untuk meminta diajarkan qiro’atul qur’an. Hari berganti hari semakin bertambah menjadi sepuluh anak dengan bertambahnya anak yang mengaji disitu maka, beliau membuat tempat penampungan yang sederhana disamping rumah beliau, penampungan tersebut terbuat dari bambu dan kayu. Tempat tersebut yang bisa untuk istirahat disiang hari dan tidur dimalam hari. Akhirnya seiring dengan berjalannya waktu beliau menata niat, tujuan beliau yaitu : mengembangkan syariat Islam melalui SBQ (seni baca al_Qur’an). Pada tahun 2003 pondok pesantren tersebut belum memiliki nama, itupun berselang selama tiga ...
Apel Akbar KKG PAI Provinsi Jawa Timur 2026 yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (sabtu, 16 Mei 2026) menjadi tonggak penting dalam konsolidasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan dihadiri lebih dari 10 ribu guru PAI SD serta ratusan perwakilan dari jenjang pendidikan lain, kegiatan ini menunjukkan kekuatan kolektif para pendidik dalam memperkuat komitmen terhadap mutu Pendidikan Agama Islam. Tema “GPAI Bersinergi dalam Satu Langkah, Satu Hati, Satu Dedikasi untuk PAI Berkemajuan” mencerminkan tekad bersama untuk membangun generasi yang beriman, berakhlak mulia, moderat, serta cinta Al-Qur’an. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Prof. Amin Suyitno (Dirjen Pendis), Dr. M. Munir (Direktur PAI), Dr. Akhmad Sruji Bahtiar (Kakanwil Kemenag Jawa Timur), Dr. Moh. Amak Burhanudin, M.Pd.i., serta tokoh lainnya menegaskan dukungan penuh terhadap gerakan ini. Selain pelantikan pengurus KKG PAI Jatim periode 2026–2031, Apel Akbar ini juga dilakukan pembinaa...
Komentar
Posting Komentar